Pihak berwenang selamatkan 252 Pria Bangladesh

The Jakarta Post

Tim gabungan antara kepolisian dan petugas imigrasi telah menyelamatkan 252 warga negara Bangladesh yang ditemukan terkurung di dalam sebuah ruko di Kampung Lalang, tepat di pinggir Jl. Gatot Subroto Medan, Sumatera Utara.

Warga Bangladesh tersebut, yang seluruhnya adalah pria, diyakini merupakan korban perdagangan orang dan telah dikurung di dalam bangunan berlantai dua tersebut selama lebih dari dua bulan tanpa makanan yang cukup.

Kepala Kantor Imigrasi Medan, Fery Monang Sihite, mengatakan bahwa kasus tersebut terungkap berkat laporan warga lokal yang mencurigai aktivitas di ruko tersebut.

“Kondisi [fisik] mereka sangat mengkhawatirkan. Mereka sepertinya tidak memiliki makanan yang cukup,” kata Fery kepada The Jakarta Post pada hari Rabu, setelah para warga Bangladesh tersebut dipindahkan dari kantor imigrasi ke rumah detensi imigrasi (rudenim) di pelabuhan Belawan.

Dia mengatakan bahwa ini adalah kasus pertama yang terjadi di Medan, ketika orang-orang ditahan secara paksa. Seluruh warga Bangladesh tersebut ditemukan tanpa memiliki dokumen perjalanan yang sah dan diyakini merupakan korban perdagangan orang.

Kepada Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Priyadi mengatakan bahwa para pria Bangladesh tersebut masuk ke Indonesia secara sah melalui Bali dan Yogyakarta.

“Paspor mereka disimpan oleh seseorang dan petugas kami sedang mengejar orang tersebut. Kami akan menyelesaikan permasalahan ini,” katanya pada hari Jumat.

Mamot Badon Mia, 27 tahun, sangat bersyukur karena telah diselamatkan.

“Kami berada di sana selama dua bulan dan tujuh hari. Tidak jelas kapan kami akan diberi makan. Untungnya, kami tidak pernah [dipukuli],” ungkap Badon kepada the Post.

Mia mengatakan bahwa kelompok tersebut bermaksud menuju ke Malaysia, namun agen mereka mengalihkan mereka ke Indonesia.

“Kami semua punya paspor, tapi [agen] mengambilnya, termasuk [telepon genggam] kami,” katanya, sambil menambahkan bahwa dia tidak ingat detail tentang agen tersebut – (swa/swd)

Share this Post: