
Pekanbaru, 19 Desember 2025 – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Riau melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Capaian Kinerja Semester II Tahun 2025 di Kantor Imigrasi Pekanbaru, Jumat (19/12). Kegiatan ini diikuti secara langsung oleh seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi se-Provinsi Riau.
Monitoring dan evaluasi dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Riau, Agung Prianto, sebagai bagian dari pengendalian kinerja organisasi dan penguatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
Paparan Langsung Capaian Kinerja UPT
Dalam kegiatan ini, masing-masing Kepala UPT Imigrasi menyampaikan paparan capaian kinerja satuan kerjanya sepanjang Semester II Tahun 2025. Paparan meliputi aspek pelayanan keimigrasian, penegakan hukum, serta realisasi dan pengelolaan anggaran.
Kakanwil menekankan bahwa monitoring dan evaluasi tidak hanya bertujuan menilai capaian angka, tetapi juga untuk mengidentifikasi hambatan, mengevaluasi efektivitas program, serta merumuskan langkah perbaikan yang berkelanjutan.

Capaian Kinerja Rudenim Pekanbaru
Salah satu paparan disampaikan oleh Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru, yang memaparkan capaian kinerja Tahun Anggaran 2025 hingga pertengahan Desember.
Dalam pemaparannya disampaikan bahwa realisasi anggaran Rudenim Pekanbaru mencapai 72,19 persen, dengan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) sebesar 98,66 hingga periode November 2025. Capaian tersebut mencerminkan upaya optimalisasi pelaksanaan anggaran di tengah kebijakan efisiensi dan dinamika anggaran tahun berjalan.
Di bidang penegakan hukum keimigrasian, Rudenim Pekanbaru mencatat pelaksanaan tindakan pendetensian dan pendeportasian terhadap puluhan warga negara asing sepanjang tahun 2025. Selain itu, Rudenim Pekanbaru juga terus mendorong inovasi layanan, antara lain melalui MINE (Meeting Online) dan WIS (Weekend Information Services) sebagai sarana komunikasi deteni dengan keluarga, perwakilan negara, serta pemangku kepentingan terkait.
Penghargaan dan Tantangan
Dalam forum tersebut juga disampaikan berbagai penghargaan yang telah diraih Rudenim Pekanbaru, antara lain Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Jusuf Adiwinata Award, serta Anugerah Humas Indonesia, sebagai bentuk pengakuan atas kinerja dan inovasi satuan kerja.
Namun demikian, Rudenim Pekanbaru juga memaparkan sejumlah tantangan, di antaranya sisa belanja modal yang belum terserap secara optimal, dampak kebijakan efisiensi anggaran, serta penanganan warga negara asing berstatus final rejected yang masih memerlukan koordinasi lintas instansi.
Penguatan Kinerja dan Sinergi
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Riau dalam arahannya menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Kantor Wilayah dan seluruh UPT Imigrasi di Riau. Ia mendorong agar hasil monitoring dan evaluasi ini dijadikan dasar dalam penyusunan kebijakan, perencanaan program, serta peningkatan kualitas kinerja pada tahun berikutnya.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan seluruh jajaran Imigrasi Riau dapat terus meningkatkan profesionalisme, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik, sejalan dengan visi Direktorat Jenderal Imigrasi dan kebijakan nasional.
